Perkara yg paling aq tkotkan adlah kesihatan. Tapi itu bukan bererti aku menjaga pola hidupku dengan baik agar aku selalu sihat. Aku tetaplah aku 20 tahun yang lalu, aq yg kurus, lemah tak berdaya di HSL selama 3 bulan melawan penyakit yang kritikal namun tetap keras kepala dalam hal makanan. Dokter kata, aku hanya boleh menyantap makanan dari Hospital sje, tapi aku tetaplah menginginkan karipap yang dijual oleh bdak senior kt kolej 2,sdap sgt, dan bahkan aku selalu meminta coklat setiap hari.
Aku masih ingat, 3 bulan itu waktu yang terlampau lama untuk berdiam diri di Hospital, apalagi keadaanku yang lemah dan wat drift menggunakan kursi roda. Aku bukan cacat, tapi penyakit itu sungguh-sungguh telah merangot kebahagiaan dan masa aktifku. Penyakit itu sungguh-sungguh telah meluluhlantakkan harapan seorang remaja aktif kelas 5 Al-Biruni yang selalu ponteng kelas ke pustakaan, yang funny utk shbtnya.
Berat badanku yang terlalu kurus tiba-tiba menjadi kuat bak penuh tenaga ketika dokter berusaha menyuntikku. Dan xdpt nk dgambarkan, tangan dan kakiku diikat agar tak lagi berontak. Itu bukan yang pertama kalinya… Emakpernah kata, aku juga pernah melakukannya ketika umurku baru 2 tahun. Ah, ternyata aku ini hebat, meskipun aku anak yang lemah tapi justru kelemahan itu menjadi titik kekuatanku. Tapi tentunya emakku sama sekali tidak membanggakan hal ini, aq terus menangis dan sedih. Aku ingat waktu itu, nurse menyuruhku menelan sesuap bubur tapi aku tidak mengindahkannya, justru aku meminta karipap. Dengan menangis dye membelinya di kantin hspital.
Waktu tu dokter kata “dia sudah susah utk bernafas, nurse. Saya tidak berani jamin keselamatannya karena degupan jantungnya sudah sangat lemah. Kita mesti memberitahu keluarganya sebelum kita terlambat dan kita dah melanggari prosedure”. Walaupun aq lemah,xdpt nk mbuka mata,ttpi aq pendegaranku masih kuat.
Itu cerita lalu… Cerita lalu yang harusnya menjadi kenangan indah karena Tuhan telah menyelamatkan hidupku setelah 3 bulan berjuang dengan penyakit itu. Sekarang? Ya sekarang masa itu akan terulang kembali. Dan itulah mengapa aku tidak pernah setuju apabila org yg menyanyangiku menyuruhku melakukan general check up. Aku tak ingin mengulang masa-masa itu, tak ingin mengetahui penyakit apa yang sedang menderaku. Ah, hidop ini lg ssh! Kenapa harus check up? Kenapa harus buat appointment tanpa persetujuanku.
Aku benci dengan hari-hariku, dan aku benci dengan semua ini. Seandainya Tuhan mendengar dan ingin mengabulkan doaku, aku hanya ingin kesihatan hingga aku tua nanti.
Aku akan belajar mengatur pola hidupku, Tuhan… Aku berserah padaMu, karna aku hanyalah hambaMu yang lemah...